Saat ini banyak sekali UKM2 pemula - biasanya masih industri Rumahan, yang masih kesulitan mengakses pembiayaan dari perbankan. Meskipun ada program kredit yang dikhususkan untuk UKM, banyak pelaku UKM pemula masih kesulitan mendapatkannya.
Masalah yang terjadi biasanya selain karena masa usaha yang belum genap 1-2 tahun juga dikarenakan belum mempunyai aset untuk dijadikan agunan dan juga belum adanya legalitas usaha dari pebisnis pemula.
Pemerintah sendiri sebenarnya mempunyai program Kredit Usaha Rakyat (KUR) namun karena penyalurannya melalui perbankan maka persyaratannya pun seperti program perbankan lainnya yang sehingga ada beberapa UKM yang tidak dapat mengakses program KUR ini.
Bagi teman2 para pemula di UKM, jangan jadikan halangan tersebut menjadi pematah semangat anda.
Ada beberapa cara lain yang dapat ditempuh selain meminjam dari bank - yang memerlukan jaminan/agunan, yaitu:
1. Sebagai UKM pemula kita harus rajin berjejaring dan menawarkan konsep proposal kerjasama kepada relasi kita yang mempunyai dana untuk berinvestasi di usaha kita.
Teman2 bisa menjadi anggota koperasi simpan pinjam dengan aktif sehingga disaat kita memerlukan pinjaman dapat terpenuhi dari koperasi.
2. Atau bisa juga menjadi mitra binaan dari program PKBL (Program Kemitraan & Bina Lingkungan) BUMN.
Yaitu sebuah program PKBL merupakan Program Pembinaan Usaha Kecil dan pemberdayaan kondisi lingkungan oleh BUMN melalui pemanfaatan dana dari bagian laba BUMN. Jumlah penyisihan laba untuk pendanaan program maksimal sebesar 2% (dua persen) dari laba bersih untuk Program Kemitraan.
Bentuk Program Kemitraan adalah dalam bentuk Pemberian pinjaman untuk modal kerja dan/atau pembelian Aktiva Tetap Produktif.
Jenis Usaha yang Dibiayai oleh program ini adalah usaha2 yang produktif di semua sektor ekonomi dengan ketentuan Memiliki kriteria sebagai usaha kecil (termasuk usaha mikro), yaitu memiliki kekayaan bersih maksimal Rp 200 juta atau memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp.1 milyar.
2. Mencari pemodal ventura.
Modal Ventura adalah suatu pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal dalam suatu Perusahaan Pasangan Usaha (PPU) yang ingin mengembangkan usahanya untuk jangka waktu tertentu (bersifat sementara). Skema pembiayaan ini menggunakan sistem bagi hasil dan pengembalian modal (divestasi). Saat ini banyak pemodal ventura lokal maupun asing yang menyediakan modalnya untuk mendukung kegiatan2 UKM.
3. Mencari pinjaman dari kalangan terdekat misalnya dari keluarga, sahabat dan teman namun tetap dengan skema profesional yaitu pembagian hasil atau pun kerjasama.
Untuk terus membangun usaha menjadi maju dan mudah mendapatkan kepercayaan pihak ketiga dalam membantu pembiayaan usaha maka kita pun harus menyiapkan diri dari sisi pribadi dan perusahaan agar pantas untuk mendapat bantuan pembiayaan.
Yang harus diperkuat adalah karakter dari diri dan usaha kita. Bangun budaya berintegritas dan mempunyai komitmen yang tinggi sehingga rekam jejak kita dari sisi pemasok, pelanggan dan pihak pembiayaan mempunyai nilai yang baik. Seluruh rekam jejak kita itu akan menjadi dasar penilaian kepercayaan orang kepada kita, sehingga sesungguhnya itulah asset sejati yang betul2 harus kita jaga.
Selain itu bangunlah kapabilitas dari usaha kita sehingga mudah untuk dapat dibiayai oleh pihak perbankan maupun lainnya. Kapabilitas hasil penjualan, struktur biaya, arus kas, perputaran tagihan dan biaya terhadap pendapatan. Jagalah, tingkatkan dan terus disiplin terhadap kapabilitas-kapabilitas tersebut sehingga akan terlihat dan terbukti baik oleh perbankan atau pihak lainnya. Sehingga kita tetap menjadi pihak yang dapat dipercaya di mata mereka.
Demikian ulasan singkat saya, semoga bermanfaat.
Teruslah meluaskan kreatifitas & upaya2 lainnya, karena sekecil apapun usaha2 kita pasti akan ada hasilnya. Bisa cepat atau lambat, tapi pasti ada hasilnya.
Selamat mencoba, terus berjuang, terus bertahan. Jatuh tujuh kali, bangunlah delapan kali ! :)
Barakallah fiikum...
Tampilkan postingan dengan label pramono dewo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pramono dewo. Tampilkan semua postingan
Senin, 16 Juli 2012
Enam Kesalahan Keuangan Pebisnis Pemula
(Sumber: Eric Johnson, Senior Client Strategist, SIGNATURE - Konsultan Manajemen, Virgina, USA)
Ada beberapa kesalahan dalam mengelola keuangan yang kerap terjadi pada pebisnis pemula. Jika bisnis sudah mulai menapaki kesuksesan banyak yang terjebak pada kesalahan-kesalahan kelola keuangan. Yang pada akhirnya justru menjadikan gagalnya bisnis yang semestinya tidak perlu terjadi. Kesalahan mengelola keuangan tersebut sering tidak disadari oleh pebisnis pemula. Karena itu kita perlu jeli dalam mengenai kesalahan-kesalahan mengelola keuangan.
Setidaknya ada enam kesalahan mengelola keuangan yang banyak dilakukan pebisnis pemula.
Kesalahan-kesalahan mengelola keuangan dan cara mengatasinya adalah sebagai berikut:
1. "Over investasi".
Banyak pebisnis pemula menghabiskan dana untuk investasi yang tidak perlu, demi alasan prestise misalnya. Alih-alih meningkatkan produktivitas justru akan menghabiskan modal dan tabungan. Solusinya adalah gunakan setiap uang yang dimiliki untuk menciptakan produk yang baik, dan tunjukkan kepada pengguna.
2. "Tidak menggaji diri sendiri".
Pemilik bisnis muda cenderung menanamkan semua sumber daya ke dalam bisnis tanpa mengeluarkan uang sepeser pun. Sulit jika bisnis harus membiayai kehidupan pribadi Anda.
Seperti karyawan yang lain, berikan gaji secukupnya untuk Anda sendiri untuk memastikan keuangan pribadi Anda tetap sehat dan terpisah dari bisnis. Namun, jangan mentang-mentang Anda pemilik bisnis lantas memberi gaji tinggi untuk Anda. Anda harus menyediakan cukup banyak dana untuk bisnis Anda supaya tetap dapat beroperasi dalam masa-masa sulit.
3. "Tidak mempertimbangkan kemungkinan terburuk".
Kalangan muda sering berpikir bahwa mereka sangat berpotensi dan tak mungkin gagal. Akan tetapi, siapa pun bisa gagal, dan Anda perlu membuat rencana setelah memprediksi kemungkinan terburuk.
Buat sebuah rencana pengganti dan beberapa bentuk asuransi untuk mendukung bisnis ketika Anda tak mampu menjalankannya.
Jika Anda mempunyai rekanan dan bisnis Anda tidak mudah dijual, buatlah suatu perjanjian jual-beli. Perjanjian ini mengatur apa yang terjadi jika salah satu pemilik bisnis meninggal, dan biasanya mencakup komponen asuransi yang menyediakan dana apabila sewaktu-waktu terjadi sesuatu pada pemilik bisnis.
4. "Mencampur aset bisnis dan pribadi".
Entah itu menjamin pinjaman secara pribadi atau meminta orangtua Anda membeli rumah kedua, meningkatkan aset pribadi untuk tujuan bisnis tidak akan baik bagi kondisi keuangan pribadi. Mengapa demikian? Bayangkan, ketika bisnis Anda menurun, para kreditor bisa saja mengejar aset pribadi Anda.
5. "Menggunakan kartu kredit pribadi untuk tujuan bisnis".
Akan sangat berisiko jika Anda bergantung pada kartu kredit pribadi untuk membiayai usaha ketika bank tidak bersedia memberikan dana untuk Anda. Anda bisa saja tergoda untuk men-charge hal-hal yang tidak seharusnya pada kartu kredit pribadi.
Mencampur tagihan bisnis dan pribadi bisa menimbulkan kekacauan organisasi. Jika bisnis Anda diaudit, Anda tentu harus menyediakan catatan pengeluaran bisnis paling tidak tiga tahun ke belakang. Mampukah Anda menyediakannya? Sudah pasti tidak. Jadi, sebaiknya Anda membuat kartu kredit khusus untuk urusan bisnis, dan hanya digunakan untuk pengeluaran bisnis yang penting.
6. "MERAMPOK kas perusahaan".
Ketika berhasil melakukan penjualan yang hebat dalam dua atau tiga bulan, pengusaha muda biasanya akan menjadi kelewat percaya diri. Pengusaha yang belum berpengalaman kemudian akan mulai menghabiskan arus kas perusahaan tanpa pandang bulu.
Ambil contoh, ketika membutuhkan mobil operasional, mereka akan membeli mobil-mobil terbaik (dalam arti dengan merek terbaik dan harga yang lebih mahal), lalu menyadari bahwa pada beberapa bulan berikutnya ternyata tidak terjadi penjualan yang berarti.
Semoga bermanfaat untuk adik2 muda yang baru memulai usahanya. Terus mencoba dan mencoba, jatuh 7x bangun 8x.!.
Barakallah fiikum
Ada beberapa kesalahan dalam mengelola keuangan yang kerap terjadi pada pebisnis pemula. Jika bisnis sudah mulai menapaki kesuksesan banyak yang terjebak pada kesalahan-kesalahan kelola keuangan. Yang pada akhirnya justru menjadikan gagalnya bisnis yang semestinya tidak perlu terjadi. Kesalahan mengelola keuangan tersebut sering tidak disadari oleh pebisnis pemula. Karena itu kita perlu jeli dalam mengenai kesalahan-kesalahan mengelola keuangan.
Setidaknya ada enam kesalahan mengelola keuangan yang banyak dilakukan pebisnis pemula.
Kesalahan-kesalahan mengelola keuangan dan cara mengatasinya adalah sebagai berikut:
1. "Over investasi".
Banyak pebisnis pemula menghabiskan dana untuk investasi yang tidak perlu, demi alasan prestise misalnya. Alih-alih meningkatkan produktivitas justru akan menghabiskan modal dan tabungan. Solusinya adalah gunakan setiap uang yang dimiliki untuk menciptakan produk yang baik, dan tunjukkan kepada pengguna.
2. "Tidak menggaji diri sendiri".
Pemilik bisnis muda cenderung menanamkan semua sumber daya ke dalam bisnis tanpa mengeluarkan uang sepeser pun. Sulit jika bisnis harus membiayai kehidupan pribadi Anda.
Seperti karyawan yang lain, berikan gaji secukupnya untuk Anda sendiri untuk memastikan keuangan pribadi Anda tetap sehat dan terpisah dari bisnis. Namun, jangan mentang-mentang Anda pemilik bisnis lantas memberi gaji tinggi untuk Anda. Anda harus menyediakan cukup banyak dana untuk bisnis Anda supaya tetap dapat beroperasi dalam masa-masa sulit.
3. "Tidak mempertimbangkan kemungkinan terburuk".
Kalangan muda sering berpikir bahwa mereka sangat berpotensi dan tak mungkin gagal. Akan tetapi, siapa pun bisa gagal, dan Anda perlu membuat rencana setelah memprediksi kemungkinan terburuk.
Buat sebuah rencana pengganti dan beberapa bentuk asuransi untuk mendukung bisnis ketika Anda tak mampu menjalankannya.
Jika Anda mempunyai rekanan dan bisnis Anda tidak mudah dijual, buatlah suatu perjanjian jual-beli. Perjanjian ini mengatur apa yang terjadi jika salah satu pemilik bisnis meninggal, dan biasanya mencakup komponen asuransi yang menyediakan dana apabila sewaktu-waktu terjadi sesuatu pada pemilik bisnis.
4. "Mencampur aset bisnis dan pribadi".
Entah itu menjamin pinjaman secara pribadi atau meminta orangtua Anda membeli rumah kedua, meningkatkan aset pribadi untuk tujuan bisnis tidak akan baik bagi kondisi keuangan pribadi. Mengapa demikian? Bayangkan, ketika bisnis Anda menurun, para kreditor bisa saja mengejar aset pribadi Anda.
5. "Menggunakan kartu kredit pribadi untuk tujuan bisnis".
Akan sangat berisiko jika Anda bergantung pada kartu kredit pribadi untuk membiayai usaha ketika bank tidak bersedia memberikan dana untuk Anda. Anda bisa saja tergoda untuk men-charge hal-hal yang tidak seharusnya pada kartu kredit pribadi.
Mencampur tagihan bisnis dan pribadi bisa menimbulkan kekacauan organisasi. Jika bisnis Anda diaudit, Anda tentu harus menyediakan catatan pengeluaran bisnis paling tidak tiga tahun ke belakang. Mampukah Anda menyediakannya? Sudah pasti tidak. Jadi, sebaiknya Anda membuat kartu kredit khusus untuk urusan bisnis, dan hanya digunakan untuk pengeluaran bisnis yang penting.
6. "MERAMPOK kas perusahaan".
Ketika berhasil melakukan penjualan yang hebat dalam dua atau tiga bulan, pengusaha muda biasanya akan menjadi kelewat percaya diri. Pengusaha yang belum berpengalaman kemudian akan mulai menghabiskan arus kas perusahaan tanpa pandang bulu.
Ambil contoh, ketika membutuhkan mobil operasional, mereka akan membeli mobil-mobil terbaik (dalam arti dengan merek terbaik dan harga yang lebih mahal), lalu menyadari bahwa pada beberapa bulan berikutnya ternyata tidak terjadi penjualan yang berarti.
Semoga bermanfaat untuk adik2 muda yang baru memulai usahanya. Terus mencoba dan mencoba, jatuh 7x bangun 8x.!.
Barakallah fiikum
UNTUK MEMULAI BISNIS MODAL ITU PENTING, TAPI BUKAN YANG TERPENTING
Teman2, Sering, saat berbagi artikel tentang ide bisnis, peluang bisnis, atau
strategi bisnis, masih banyak yang mencibir dengan kata2 KEPUTUS ASA-AN:
"Peluang sih banyak, tapi modal kaga punya brooo !..",
atau selentingan lain: "Sebenarnya saya sudah minat berbisnis, tapi siapa
yang mau minjami uang buat modal saya..!?".
Inilah alasan klasik dan konservatif.
Bahkan boleh disebut juga sebagai alasan KAUM MATERLIALISTIS, yang mengukur segala kesuksesan hanya dengan adanya uang.
Padahal belum tentu jika ada investor yang mau memodali bisnisnya,
kemudian dia mau berbisnis...
Bisnis bukan sekedar ada atau tidak adanya uang, tapi Bisnis lebih kepada "TALK LESS, ACTION & ACTION & ACTION MORE..!"
Tunjukkan aksi kita sekarang!
Modal memang merupakan salah satu ruh dalam berbisnis.
Dalam ilmu akuntansi pun, modal menduduki strata yang sama dengan Harta.
Biasanya ditulis dalam persamaan akuntansi seperti ini :
HARTA = UTANG + MODAL.
Jika MODAL = nol, maka HARTA = UTANG.
Jika MODAL kita = nol (tidak bermodal), maka HARTA dalam perusahaan kita
seratus persen berasal dari UTANG.
Konsep ini bisa diterapkan dalam bisnis keluarga.
Mengapa demikian?
Pada umumnya keluarga lebih bersedia untuk meminjami modal dengan
pinjaman lunak(tanpa riba dan jatuh tempo fleksibel).
Yang perlu diingat dalam hal ini adalah kredibilitas kita dalam
mengembalikan pinjaman modal.
Jangan menunda-nunda pembayaran utang jika kondisi keuangan Anda sudah mampu membayarnya. Boleh jadi dengan menjaga amanah dalam pembayaran utang, kerjasama permodalan dengan keluarga ke depannya semakin berkembang.
Jika UTANG = nol, maka HARTA = MODAL.
Maka seandainya kita tidak berhasil mendapatkan pinjaman/utang sama sekali,
maka kondisi harta dalam perusahaan kita seratus persen berasal dari
modal.
Ada DUA solusi dalam hal ini :
1. MANFAATKAN APA YANG KITA MILIKI (MODAL PRIBADI).
Allah SWT telah menggariskan rezeki kepada kita sejak kita belum terlahir
ke dunia. Tidak perlu kita merasa risau. Sebelum kita meninggal dunia,
maka Allah SWT berjanji untuk selalu mengaruniakan rezeki kepada kita.
Apalagi, kita telah dibekali modal secara gratis oleh Allahu
ta'ala.
MODAL LISAN untuk promosi.
MODAL TELINGA untuk mendengarkan saran, keluhan, dan feedback dari customer.
MODAL TENAGA untuk memberikan pelayanan terbaik.
MODAL PIKIRAN untuk merencanakan dan mengatur strategi bisnis.
Pertanyaan selanjutnya, apakah kitaa mampu mendayagunakan modal-modal
berkualitas itu ?
Atau Anda masih berpikiran sempit bahwa modal bisnis hanyalah UANG ? Berhenti berpikir seperti itu, dan mulailah memacu dan melahirkan kreativitas kita sekarang juga!!
2. MANFAATKAN JARINGAN PERTEMANAN ANDA.
Islam mengajarkan bahwa semakin kita ikhlas bersilaturrahmi (membina
hubungan baik dalam kekeluargaan dan pertemanan), maka akan berbanding
lurus dengan kemudahan rezeki yang akan kita dapat.
Mulai sekarang, catatlah, siapa saja yang kita anggap mempunyai
hubungan baik dengan kitaa? Tidak ada salahnya jika kita mencoba
menawarkan kerjasama bisnis dengannya....
Mau tidak mau kita harus berusaha keras untuk menyiapkan proposal
bisnis dan melakukan presentasi yang memikat investor. Memikat bukan
berati menjanjikan yang muluk-muluk tanpa dasar yang realistis.
Perlu sama2 kita ingat, bahwa di saat ini investor rata-rata sudah cerdas dalam
memilah dan memilih mana bisnis utopis(mimpi) dan mana bisnis
realistis.
Bisa juga menganalisis mana jiwa pengusaha dan mana jiwa
pengenusaha.
Jadi ??, bersikaplah profesional!
Persiapkan proposal bisnis yang realistis dengan analisis yang
akuntabel. Mulailah mendekati investor terdekat kita. Keluarga dekat, kerabat,
teman dekat, sahabat karib, atau teman kantor adalah calon investor yang potensial.
Mengapa demikian?
Karena mereka sering berhubungan dengan Anda. Mereka sedikit banyak
telah mengetahui track record dan kredibilitas Anda.
Saya yakin, dengan
kesungguhan Anda dan presentasi yang meyakinkan, Insya Allah kemudahan
untuk mendapatkan investor akan tercapai...
Selamat mencoba....
Gagal tujuh kali, bangkit kembali delapan kali..!
Jatuh seratus kali, Bangunlah dua ratus kali..!!
TALK LESS, ACTION MORE..!!
Barakallah fiikum
strategi bisnis, masih banyak yang mencibir dengan kata2 KEPUTUS ASA-AN:
"Peluang sih banyak, tapi modal kaga punya brooo !..",
atau selentingan lain: "Sebenarnya saya sudah minat berbisnis, tapi siapa
yang mau minjami uang buat modal saya..!?".
Inilah alasan klasik dan konservatif.
Bahkan boleh disebut juga sebagai alasan KAUM MATERLIALISTIS, yang mengukur segala kesuksesan hanya dengan adanya uang.
Padahal belum tentu jika ada investor yang mau memodali bisnisnya,
kemudian dia mau berbisnis...
Bisnis bukan sekedar ada atau tidak adanya uang, tapi Bisnis lebih kepada "TALK LESS, ACTION & ACTION & ACTION MORE..!"
Tunjukkan aksi kita sekarang!
Modal memang merupakan salah satu ruh dalam berbisnis.
Dalam ilmu akuntansi pun, modal menduduki strata yang sama dengan Harta.
Biasanya ditulis dalam persamaan akuntansi seperti ini :
HARTA = UTANG + MODAL.
Jika MODAL = nol, maka HARTA = UTANG.
Jika MODAL kita = nol (tidak bermodal), maka HARTA dalam perusahaan kita
seratus persen berasal dari UTANG.
Konsep ini bisa diterapkan dalam bisnis keluarga.
Mengapa demikian?
Pada umumnya keluarga lebih bersedia untuk meminjami modal dengan
pinjaman lunak(tanpa riba dan jatuh tempo fleksibel).
Yang perlu diingat dalam hal ini adalah kredibilitas kita dalam
mengembalikan pinjaman modal.
Jangan menunda-nunda pembayaran utang jika kondisi keuangan Anda sudah mampu membayarnya. Boleh jadi dengan menjaga amanah dalam pembayaran utang, kerjasama permodalan dengan keluarga ke depannya semakin berkembang.
Jika UTANG = nol, maka HARTA = MODAL.
Maka seandainya kita tidak berhasil mendapatkan pinjaman/utang sama sekali,
maka kondisi harta dalam perusahaan kita seratus persen berasal dari
modal.
Ada DUA solusi dalam hal ini :
1. MANFAATKAN APA YANG KITA MILIKI (MODAL PRIBADI).
Allah SWT telah menggariskan rezeki kepada kita sejak kita belum terlahir
ke dunia. Tidak perlu kita merasa risau. Sebelum kita meninggal dunia,
maka Allah SWT berjanji untuk selalu mengaruniakan rezeki kepada kita.
Apalagi, kita telah dibekali modal secara gratis oleh Allahu
ta'ala.
MODAL LISAN untuk promosi.
MODAL TELINGA untuk mendengarkan saran, keluhan, dan feedback dari customer.
MODAL TENAGA untuk memberikan pelayanan terbaik.
MODAL PIKIRAN untuk merencanakan dan mengatur strategi bisnis.
Pertanyaan selanjutnya, apakah kitaa mampu mendayagunakan modal-modal
berkualitas itu ?
Atau Anda masih berpikiran sempit bahwa modal bisnis hanyalah UANG ? Berhenti berpikir seperti itu, dan mulailah memacu dan melahirkan kreativitas kita sekarang juga!!
2. MANFAATKAN JARINGAN PERTEMANAN ANDA.
Islam mengajarkan bahwa semakin kita ikhlas bersilaturrahmi (membina
hubungan baik dalam kekeluargaan dan pertemanan), maka akan berbanding
lurus dengan kemudahan rezeki yang akan kita dapat.
Mulai sekarang, catatlah, siapa saja yang kita anggap mempunyai
hubungan baik dengan kitaa? Tidak ada salahnya jika kita mencoba
menawarkan kerjasama bisnis dengannya....
Mau tidak mau kita harus berusaha keras untuk menyiapkan proposal
bisnis dan melakukan presentasi yang memikat investor. Memikat bukan
berati menjanjikan yang muluk-muluk tanpa dasar yang realistis.
Perlu sama2 kita ingat, bahwa di saat ini investor rata-rata sudah cerdas dalam
memilah dan memilih mana bisnis utopis(mimpi) dan mana bisnis
realistis.
Bisa juga menganalisis mana jiwa pengusaha dan mana jiwa
pengenusaha.
Jadi ??, bersikaplah profesional!
Persiapkan proposal bisnis yang realistis dengan analisis yang
akuntabel. Mulailah mendekati investor terdekat kita. Keluarga dekat, kerabat,
teman dekat, sahabat karib, atau teman kantor adalah calon investor yang potensial.
Mengapa demikian?
Karena mereka sering berhubungan dengan Anda. Mereka sedikit banyak
telah mengetahui track record dan kredibilitas Anda.
Saya yakin, dengan
kesungguhan Anda dan presentasi yang meyakinkan, Insya Allah kemudahan
untuk mendapatkan investor akan tercapai...
Selamat mencoba....
Gagal tujuh kali, bangkit kembali delapan kali..!
Jatuh seratus kali, Bangunlah dua ratus kali..!!
TALK LESS, ACTION MORE..!!
Barakallah fiikum
PILIH BERBISNIS ATAU LANJUT BERKARIER YAA
Setiap orang pasti memiliki rencana dalam hidupnya.
Salah satunya, tentang bagaimana ia akan menikmati hari tua kelak. Alternatif yang bisa dipilih? Dengan mengumpulkan cukup simpanan dana pensiun...atau memiliki usaha sendiri yang cukup menghidupi.?
Namun justru seringkali, tidak perlu menunggu hari tua untuk memulai usaha sendiri. Beberapa orang memutuskan untuk memiliki usaha sendiri ketika masih di usia produktif.
MANA YANG LEBIH TEPAT ?
Berikut beberapa share pengalaman , agar tidak terjerumus pada keputusan yang kurang tepat sebelum memutuskan mengakhiri karier dan memulai usaha sendiri.
1. BACA PELUANG.
Pada dasarnya yang dilihat dari sebuah pilihan berkarier atau wirausaha, bukan sekadar peluang. Peluang itu akan selalu ada. Tapi yang paling penting untuk diperhatikan adalah apakah peluang itu bisa menjadi prospek yang benar2 bagus untuk masa depan kita?
Pahami jika ini sudah melewati pertimbangan yang matang. Semua pilihan pasti memiliki kelebihan dan kekurangan.
Cara terbaik mengetahui pilihan yang tepat adalah dengan membuat pertimbangan peluang bisa memberikan prospek yang bagus bagi diri kita ke depan. Bila prospeknya bagus dan hal itu bisa terjadi, maka apapun pilihannya takkan jadi masalah.
2. FOKUS PADA TUJUAN.
Sebelum memilih untuk berwirausaha, pahami bila pada setiap usaha pasti akan mengalami masa sulit. Tanamkan dalam pemikiran, usaha adalah proses. Di dalam proses tersebut, selalu ada saat yang bagus namun ada juga yang tidak bagus.
Apabila datang masa yang sulit, cobalah ingat kembali jika salah satu alasan memilih berwirausaha, karena prospeknya ke depan kita nilai lebih menjanjikan. Paling tidak akan lebih baik dari kondisi saat ini.
Hal penting lain yang patut dicatat, selalu FOKUS pada tujuan di masa depan.
Mungkin akan selalu ada goncangan kecil dalam perjalanan mencapai tujuan, tapi jangan sampai menghancurkan keyakinan. Apalagi hingga menghilangkan harapan pada tujuan di depan.
3. BISA KAPAN SAJA.
Pilihan berwirausaha sebenarnya bisa dilakukan KAPAN SAJA. Apakah ketika masih di usia produktif, maupun ketika sudah memasuki masa pensiun. Prinsipnya bila merasa pilihan dan peluang yang diberikan bisa mendatangkan prospek bagus, mengapa tidak?
Prospek yang baik ini bukan hanya dilihat dari kekayaan atau kesejahteraan yang bisa dicapai, namun juga memberikan aktualisasi diri...
Mengenai penentuan kapan berwirausaha dapat dimulai, lebih cepat dimulai tentu lebih baik. Ingat, WIRAUSAHA ADALAH SEBUAH PROSES, bukan seperti bekerja dan menerima gaji secara langsung setelah 1 bulan kita menerima pekerjaan.
Hasilnya baru akan dipetik setelah usaha membuahkan hasil dan keberhasilan itu datang tidak dapat diprediksi. Bisa cepat, bisa juga lambat. Tergantung bagaimana seseorang menjalani proses tersebut.
4. ASURANSI USAHA
Semua kegiatan pasti ada risikonya, termasuk juga usaha. Dan, saat ini, Anda dapat memilih menanggung risiko itu sendirian dengan kekayaan pribadi, atau dengan meletakkan risiko tersebut ke orang lain dengan asuransi.
Memang, pada dasarnya usaha tidak dapat diasuransikan, namun ASET USAHA sangat bisa diasuransikan. Aset usaha berupa tempat usaha, barang dagangan, atau jenis aset lainnya, masih bisa diasuransikan.
Caranya, dengan menghubungi perusahaan asuransi kerugian. Bersama mereka, dapat dihitung berapa besaran aset yang dapat diasuransikan. Selain itu, konsultasikan mengenai produk yang paling sesuai dengan risiko yang paling mungkin terjadi terhadap usaha.
5. KESUNGGUHAN DAN DISIPLIN
Sebenarnya tidak ada patokan berapa besar modal uang yang dibutuhkan, tapi yang paling utama adalah modal kesungguhan dan disiplin menjalani proses. Namun, tidak mungkin bisa menjalankan usaha tanpa ada uang sama sekali. Tetap dibutuhkan perhitungan modal sebelum menjalankan usaha.
Nah, besaran modal yang dibutuhkan tersebut sangat tergantung dengan jenis dan besaran usaha yang akan dijalankan. Kalau dimulai dari usaha yang kecil, hanya dengan dana Rp 100 ribu pun sudah bisa memulai usaha. Begitu pula untuk usaha yang lebih besar.
Tapi, dengan dana Rp 1 Milyard, modal usaha juga bisa kurang jika digunakan untuk usaha jenis lain. Jadi modal usaha memang sangat tergantung jenis dan skala besaran usahanya.
Sebaiknya kalkulasikan dengan baik sasaran usaha yang akan dilakukan dan sisihkan dahulu penghasilan sebagai modal usaha kelak.
Berapa dana yang disisihkan? Minimal sisihkan 30 persen dari penghasilan untuk dikumpulkan sebagai modal usaha. Anggaplah usaha ini kelak sebagai investasi di masa depan.
Semoga ulasan singkat ini bermanfaat. Selamat mencoba. Yang terpenting justru, jangan terlalu merencanakannya tanpa ada tindakan memulai sama sekali. Begitu merasa semua hampir mendekati persiapan, segeralah mulai. Usaha apapun tidak lah penting, namun mencobanya segera itu jauh lebih penting.
TALK LESS, ACTION MORE !, Barakallah fiikum....
Salah satunya, tentang bagaimana ia akan menikmati hari tua kelak. Alternatif yang bisa dipilih? Dengan mengumpulkan cukup simpanan dana pensiun...atau memiliki usaha sendiri yang cukup menghidupi.?
Namun justru seringkali, tidak perlu menunggu hari tua untuk memulai usaha sendiri. Beberapa orang memutuskan untuk memiliki usaha sendiri ketika masih di usia produktif.
MANA YANG LEBIH TEPAT ?
Berikut beberapa share pengalaman , agar tidak terjerumus pada keputusan yang kurang tepat sebelum memutuskan mengakhiri karier dan memulai usaha sendiri.
1. BACA PELUANG.
Pada dasarnya yang dilihat dari sebuah pilihan berkarier atau wirausaha, bukan sekadar peluang. Peluang itu akan selalu ada. Tapi yang paling penting untuk diperhatikan adalah apakah peluang itu bisa menjadi prospek yang benar2 bagus untuk masa depan kita?
Pahami jika ini sudah melewati pertimbangan yang matang. Semua pilihan pasti memiliki kelebihan dan kekurangan.
Cara terbaik mengetahui pilihan yang tepat adalah dengan membuat pertimbangan peluang bisa memberikan prospek yang bagus bagi diri kita ke depan. Bila prospeknya bagus dan hal itu bisa terjadi, maka apapun pilihannya takkan jadi masalah.
2. FOKUS PADA TUJUAN.
Sebelum memilih untuk berwirausaha, pahami bila pada setiap usaha pasti akan mengalami masa sulit. Tanamkan dalam pemikiran, usaha adalah proses. Di dalam proses tersebut, selalu ada saat yang bagus namun ada juga yang tidak bagus.
Apabila datang masa yang sulit, cobalah ingat kembali jika salah satu alasan memilih berwirausaha, karena prospeknya ke depan kita nilai lebih menjanjikan. Paling tidak akan lebih baik dari kondisi saat ini.
Hal penting lain yang patut dicatat, selalu FOKUS pada tujuan di masa depan.
Mungkin akan selalu ada goncangan kecil dalam perjalanan mencapai tujuan, tapi jangan sampai menghancurkan keyakinan. Apalagi hingga menghilangkan harapan pada tujuan di depan.
3. BISA KAPAN SAJA.
Pilihan berwirausaha sebenarnya bisa dilakukan KAPAN SAJA. Apakah ketika masih di usia produktif, maupun ketika sudah memasuki masa pensiun. Prinsipnya bila merasa pilihan dan peluang yang diberikan bisa mendatangkan prospek bagus, mengapa tidak?
Prospek yang baik ini bukan hanya dilihat dari kekayaan atau kesejahteraan yang bisa dicapai, namun juga memberikan aktualisasi diri...
Mengenai penentuan kapan berwirausaha dapat dimulai, lebih cepat dimulai tentu lebih baik. Ingat, WIRAUSAHA ADALAH SEBUAH PROSES, bukan seperti bekerja dan menerima gaji secara langsung setelah 1 bulan kita menerima pekerjaan.
Hasilnya baru akan dipetik setelah usaha membuahkan hasil dan keberhasilan itu datang tidak dapat diprediksi. Bisa cepat, bisa juga lambat. Tergantung bagaimana seseorang menjalani proses tersebut.
4. ASURANSI USAHA
Semua kegiatan pasti ada risikonya, termasuk juga usaha. Dan, saat ini, Anda dapat memilih menanggung risiko itu sendirian dengan kekayaan pribadi, atau dengan meletakkan risiko tersebut ke orang lain dengan asuransi.
Memang, pada dasarnya usaha tidak dapat diasuransikan, namun ASET USAHA sangat bisa diasuransikan. Aset usaha berupa tempat usaha, barang dagangan, atau jenis aset lainnya, masih bisa diasuransikan.
Caranya, dengan menghubungi perusahaan asuransi kerugian. Bersama mereka, dapat dihitung berapa besaran aset yang dapat diasuransikan. Selain itu, konsultasikan mengenai produk yang paling sesuai dengan risiko yang paling mungkin terjadi terhadap usaha.
5. KESUNGGUHAN DAN DISIPLIN
Sebenarnya tidak ada patokan berapa besar modal uang yang dibutuhkan, tapi yang paling utama adalah modal kesungguhan dan disiplin menjalani proses. Namun, tidak mungkin bisa menjalankan usaha tanpa ada uang sama sekali. Tetap dibutuhkan perhitungan modal sebelum menjalankan usaha.
Nah, besaran modal yang dibutuhkan tersebut sangat tergantung dengan jenis dan besaran usaha yang akan dijalankan. Kalau dimulai dari usaha yang kecil, hanya dengan dana Rp 100 ribu pun sudah bisa memulai usaha. Begitu pula untuk usaha yang lebih besar.
Tapi, dengan dana Rp 1 Milyard, modal usaha juga bisa kurang jika digunakan untuk usaha jenis lain. Jadi modal usaha memang sangat tergantung jenis dan skala besaran usahanya.
Sebaiknya kalkulasikan dengan baik sasaran usaha yang akan dilakukan dan sisihkan dahulu penghasilan sebagai modal usaha kelak.
Berapa dana yang disisihkan? Minimal sisihkan 30 persen dari penghasilan untuk dikumpulkan sebagai modal usaha. Anggaplah usaha ini kelak sebagai investasi di masa depan.
Semoga ulasan singkat ini bermanfaat. Selamat mencoba. Yang terpenting justru, jangan terlalu merencanakannya tanpa ada tindakan memulai sama sekali. Begitu merasa semua hampir mendekati persiapan, segeralah mulai. Usaha apapun tidak lah penting, namun mencobanya segera itu jauh lebih penting.
TALK LESS, ACTION MORE !, Barakallah fiikum....
KITA BISA JIKA KITA BERPIKIR KITA BISA
Seekor gajah yang diikat kakinya sejak kecil dengan seutas rantai sepanjang 4 meter, ketika dia dewasa dia tidak akan melangkah keluar dari area lingkaran 4 meter walaupun rantainya sudah diganti dengan seutas benang.
Itu bukan cerita, itu kisah nyata...!
Kita sebagai manusia yang berakal budi ternyata juga mengalami trauma yang sama.
Teman saya sejak kecil tidak berani mengendarai sepeda, ketika kami remaja dan suka keliling kota dengan sepeda motor, dia selalu dibonceng teman lainnya, setelah kami dewasa beberapa teman mulai memakai mobil untuk
aktivitasnya, tapi teman saya itu tetap tidak berani mengendarai apapun...!
Kita juga pasti punya teman yg tidak pernah mau mencoba mengendarai sepeda/sepeda motor, apalagi mobil, selalu takut & merasa bahwa mengendarai motor atau mobil adalah sesuatu yg sangat sulit.
Istri teman saya bisa mengendarai mobil, setiap hari dia menggunakan mobil untuk antar jemputnya
ke dan dari sekolah, tapi dia hanya berani menggunakannya di dalam kompleks (Perumahan), selama lebih dari 5 tahun tidak pernah sekalipun dia berani
mengendarai mobil keluar dari Kompleks perumahan...
Suatu hari anaknya sakit dan masuk rumah sakit yang jauh diluar Kompleks Perumahan, padahal suaminya sedang tugas di luar kota. Terpaksa dia mengendari mobilnya pergi ke rumah sakit tersebut, dan sejak saat itu dia
berani mengendarai mobilnya kemana saja, termasuk pulang pergi ke Luar Kota...
Ada staff di bagian keuangan yang sudah bekerja 5 tahun, tidak pernah bisa meraih promosi jabatan karena disana adalah jabatan fungsional yang buntu dengan jenjang karir, ketika saya tawarkan jabatan di bagian marketing, dia
tidak berani mengambilnya karena merasa tidak mampu menjadi orang marketing...
Ada lagi seorang sales yang sudah bekerja 7 tahun, prestasinya bagus, disegani teman temannya, bahkan jadi tempat bertanya atasannya. Ketika ditawari jabatan supervisor dia menolak karena dia takut dengan pekerjaan
administrasi dan takut kalau nanti suatu hari naik lagi jadi distrik manager yang sarat dengan tugas tugas di atas meja, dia merasa tidak bisa mengerjakan pekerjaan adminitrasi.
Ada steman saya, seorang manager yang mendapatkan tawaran posisi sebagai country manager
di sebuah negara maju di Eropa, dia mencoba menjalankannya selama 1 bulan disana, lalu bulan depannya dia kembali dan menolak jabatan tersebut,
padahal fasilitas dan gaji yang diterima sangat menggiurkan.
Ketika saya tanya mengapa dia menolak, dia menjawab bahwa disana sulit sekali cari makan, dia tidak bisa kenyang kalau hanya makan roti, kentang, daging,
pizza. Harus Nasi, hanya nasi yang bisa membuat dia kenyang...
Teman2 sekalian, coba kita lihat diri kita sendiri, adakah seutas benang yang menghambat diri kita saat ini? Putuskan benang itu..!! SEGERA...!! That's dangerous...!
Bergeraklah maju lebih dari lingkaran yang selama ini mengurung kita. Kita pasti bisa kalau kita berpikir kita bisa, kita akan gagal kalau kita selalu berpikir kita akan gagal.
Peluang demi peluang muncul setiap hari, dan karena selama ini kita menutup mata kita, telinga kita, pikiran kita, diri kita, hidup kita, maka peluang2 itu menjadi bukan peluang sama sekali..., lewaaaaat begitu saja.
Maka...ayo mulailah melangkah sedikit demi sedikit kalau kita masih gamang, lalu berlari cepat setelah kita lebih yakin lagi.
Jangan sama sekali menyianyiakan setiap peluang untuk maju, untuk berhasil, demi diri kita sendiri dan orang2 yg
anda cintai....
BERHENTI MENJADI PENGELUH & PENGECUT, & MULAI BERANI MENGAMBIL KEPUTUSAN BESAR UNTUK HIDUP KITA.!
Karena kita sangat tahu betul bahwa sesungguhnya setiap hari selalu ada kesempatan membuat sejarah besar bagi hidup kita...
TALK LESS, ACTION MORE...!! Barakallah fiikum.
Itu bukan cerita, itu kisah nyata...!
Kita sebagai manusia yang berakal budi ternyata juga mengalami trauma yang sama.
Teman saya sejak kecil tidak berani mengendarai sepeda, ketika kami remaja dan suka keliling kota dengan sepeda motor, dia selalu dibonceng teman lainnya, setelah kami dewasa beberapa teman mulai memakai mobil untuk
aktivitasnya, tapi teman saya itu tetap tidak berani mengendarai apapun...!
Kita juga pasti punya teman yg tidak pernah mau mencoba mengendarai sepeda/sepeda motor, apalagi mobil, selalu takut & merasa bahwa mengendarai motor atau mobil adalah sesuatu yg sangat sulit.
Istri teman saya bisa mengendarai mobil, setiap hari dia menggunakan mobil untuk antar jemputnya
ke dan dari sekolah, tapi dia hanya berani menggunakannya di dalam kompleks (Perumahan), selama lebih dari 5 tahun tidak pernah sekalipun dia berani
mengendarai mobil keluar dari Kompleks perumahan...
Suatu hari anaknya sakit dan masuk rumah sakit yang jauh diluar Kompleks Perumahan, padahal suaminya sedang tugas di luar kota. Terpaksa dia mengendari mobilnya pergi ke rumah sakit tersebut, dan sejak saat itu dia
berani mengendarai mobilnya kemana saja, termasuk pulang pergi ke Luar Kota...
Ada staff di bagian keuangan yang sudah bekerja 5 tahun, tidak pernah bisa meraih promosi jabatan karena disana adalah jabatan fungsional yang buntu dengan jenjang karir, ketika saya tawarkan jabatan di bagian marketing, dia
tidak berani mengambilnya karena merasa tidak mampu menjadi orang marketing...
Ada lagi seorang sales yang sudah bekerja 7 tahun, prestasinya bagus, disegani teman temannya, bahkan jadi tempat bertanya atasannya. Ketika ditawari jabatan supervisor dia menolak karena dia takut dengan pekerjaan
administrasi dan takut kalau nanti suatu hari naik lagi jadi distrik manager yang sarat dengan tugas tugas di atas meja, dia merasa tidak bisa mengerjakan pekerjaan adminitrasi.
Ada steman saya, seorang manager yang mendapatkan tawaran posisi sebagai country manager
di sebuah negara maju di Eropa, dia mencoba menjalankannya selama 1 bulan disana, lalu bulan depannya dia kembali dan menolak jabatan tersebut,
padahal fasilitas dan gaji yang diterima sangat menggiurkan.
Ketika saya tanya mengapa dia menolak, dia menjawab bahwa disana sulit sekali cari makan, dia tidak bisa kenyang kalau hanya makan roti, kentang, daging,
pizza. Harus Nasi, hanya nasi yang bisa membuat dia kenyang...
Teman2 sekalian, coba kita lihat diri kita sendiri, adakah seutas benang yang menghambat diri kita saat ini? Putuskan benang itu..!! SEGERA...!! That's dangerous...!
Bergeraklah maju lebih dari lingkaran yang selama ini mengurung kita. Kita pasti bisa kalau kita berpikir kita bisa, kita akan gagal kalau kita selalu berpikir kita akan gagal.
Peluang demi peluang muncul setiap hari, dan karena selama ini kita menutup mata kita, telinga kita, pikiran kita, diri kita, hidup kita, maka peluang2 itu menjadi bukan peluang sama sekali..., lewaaaaat begitu saja.
Maka...ayo mulailah melangkah sedikit demi sedikit kalau kita masih gamang, lalu berlari cepat setelah kita lebih yakin lagi.
Jangan sama sekali menyianyiakan setiap peluang untuk maju, untuk berhasil, demi diri kita sendiri dan orang2 yg
anda cintai....
BERHENTI MENJADI PENGELUH & PENGECUT, & MULAI BERANI MENGAMBIL KEPUTUSAN BESAR UNTUK HIDUP KITA.!
Karena kita sangat tahu betul bahwa sesungguhnya setiap hari selalu ada kesempatan membuat sejarah besar bagi hidup kita...
TALK LESS, ACTION MORE...!! Barakallah fiikum.
Langganan:
Postingan (Atom)